Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
..::} Semangat Pengusaha Muslim Tangguh

 Jadi konsolidasi pertama yang harus kita bangun adalah konsolidasi kepada Allah. Koalisi kepada Allah haruslah mendahului koalisi-koalisi lain. selalu minta kekuatan dan petunjuk kepadaNya. Karena hanya Alah tempat berpegangan yang paling kuat.

"Siapa yang bersandar pada ketokohan, ia akan hancur. Siapa yang bersandar pada harta maka ia akan kekurangan. Siapa yang bersandar pada akal, maka ia akan sesat." Maka jelaslah hanya Allah tempat kita berpegang teguh.

 Konsolidasi selanjutnya adalah konsolidasi ikhwah. Jangan pernah nodai ukhuwah. Jangan su'udzon terhadap saudara kita. Hak minimal yang harus kita penuhi terhadap ikhwah adalah senantiasa husnuzhan kepadanya. Ingatlah ikhwah, menodai ukhuwah bisa jadi membuat Allah palingkan kemenangan. Jangan pernah izinkan hati untuk iri dengki apalagi sakit hati kepada saudara sendiri.

 Kita itu jundullah. Tentara Allah. Tentara itu, rijal itu, tahan banting. Kalau dibanting ia jatuh, namun bangkit lagi dan bisa membanting. Rijal itu tahan banting, bisa membanting, tidak akan pernah berubah aqidah, tidak akan merubah fikrah dan tidak juga merubah akhlakul karimah. Dengan siapa pun ia berbaur. Jadi tidak perlu khawatir. Apa guna tarbiyah bertahun-tahun jika digoda sedikit saja sudah berubah fikrah. Masa iya berbaur sedikit saja akhlak terpuji pun dilupa.

Ingat surat Al-Fath bahwa kemenangan nyata itu disebabkan konsolidasi kita dengan Allah. Kalaupun masih ada kurang-kurang, banyak-banyaklah beristighfar, biar Allah yang menyempurnakan. Jika kita bisa dengan baik berkonsolidasi dengan Allah dan ikhwah, maka dengan siapa pun kita bisa mewarnai dengan nilai-nilai dakwah.

Allahummanshur dakwatana wa baligh ukhuwatana Yaa Allah..Allah, jadikan kami orang-orang yang menepati janji...Jadikan kami orang-orang yang selalu berkontribusi sebaik yang kami mampu...Jadikan kami orang-orang yang segera memuhasabah lalu memperbaiki diri.hingga kami pantas mengemban risalah ini. Menjadi rahilah-rahilah-Mu, yang selalu meringankan beban bukan malah menambah. Biar kami bisa selalu menjadi jundiMu yang berarti, bukan sekadar menambah deretan nama tanpa kontribusi.


Silahkan Silaturahim Dimari:
www.SentraMasjid.com
1. Mendapat Rahmat Allah

Menyambung tali silaturahmi itu hukumnya wajib, terutama bagi sesama muslim diharamkan untuk memutuskannya.Sebagaimana sabda Rasulullah :"Tidak ada satu kebaikanpun yg pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yg adzabnya lebih cepat diperoleh, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi""Rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum, jika didalamnya ada orang yg memutuskan silaturahmi"

2. Kemudahan Rezeki dan Umur yang Panjang

Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. [Mutafaq ‘alaih]

3. Masuk Surga

Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang mengambil tanggungjawab atas suatu perkara, aku akan menjamin baginya empat perkara. Barangsiapa bersilaturahmi, umurnya akan dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surga. (Kanzul ‘Ummal).

Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapat balasan di dunia berupa: kedekatan kepada Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan, rumahnya dimakmurkan, tercegah dari mati dengan cara tidak baik, dicintai Allah dan dicintai keluarganya.

Yang lebih penting dari itu semua, di akhirat kelak, ia akan mendapat balasan surga dari Allah SWT: Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi“. (HR. Bukhari).

Azab Bagi yang Memutuskan Silaturahmi :

1. Neraka [ Tempat Kembali yang Buruk ]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan dalam surat Ar-Ra’d ayat 25:

وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).”

2. Dijadikan buta dan tuliAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ. أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan silaturahim kalian? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Muhammad: 22-23)

3. Orang yang memutuskan tali silaturahim segera mendapatkan azab di dunia dan akhirat

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِثْلُ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada dosa yang pantas untuk disegerakan hukumannya oleh Allah bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan (hukuman) yang disimpan untuknya di akhirat, daripada kezaliman dan pemutusan silaturahim.” (HR. Ahmad, 5/36, Abu Dawud, Kitabul Adab (43) no. 4901, dan ini lafadz beliau, At-Tirmidzi dalam Shifatul Qiyamah no. 1513, dan beliau mengatakan hadits ini shahih, Ibnu Majah dalam Kitab Az-Zuhd bab Al-Baghi, no. 4211)

Alhamdulillah sudah di buktikan dan hasilnya WOOOwww: 
Begitu banyak kita terkadang berfikir dengan keras bahkan bertindak dengan keras dan penuh antusias namun pernahkah mencoba berfikir sederhana (simple Think) namun dengan hasil yang sungguh luar biasa.

Dalam hidup ini perlu adanya tindakan untuk bekerja secara Keras-Cerdas-Ikhlash-Tuntas, maka cita2 setinggi apapun itu jika senantiasa di kerjakan dengan komitmen dan keyakinan yang tinggi tentu akan segera di raih, sebagaimana perkataan Man Jadda Wa Jadda , Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti Berhasil.

Maka sahabat Gantungkanlah Cita-cita, Harapan, serta Impian mu setinggi- tingginya bahkan setinggi langit, karena apabila jatuh masih berada di atas bintang-bintang, sebagaimana Bintang-bintang yang jauh tinggi namun tetap menyinari dengan indahnya.

Dalam hidup ini jadilah secercah Cahaya yang walaupun ia redup namun diantara kegelapan maka akan tetap menyinari dengan berbagai kebermanfaatannya, maka sahabat jadilah CAHAYA KEHIDUPAN, sebagaimana sabda Rosul, Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.