Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Dalam “Kekuatan Neighbourhood Marketing” bagian pertama, kita telah membahas tentang banyak cara untuk mengembangkan bisnis Anda “within your four walls”.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana mengoptimalkan konsumen yang sudah Anda miliki.
Maksimalkan Pelanggan yang Sudah Ada
Ada beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan bisnis Anda:
1. Maksimalkan pelanggan yang sudah ada. Ini berarti jumlah pelanggan tetap sama, tetapi ada peningkatan pada:
  1. FREKUENSI pembelian dari pelanggan Anda.
  2. KUANTITAS pembelian dari pelanggan Anda,
  3. VALUE (Rp) pembelian dari pelanggan Anda.
  4. Kombinasi dari poin 1, 2, dan 3 !
2. Tingkatkan jumlah pelanggan Anda.
1a. Maksimalkan Pelanggan yang Sudah Ada –Tingkatkan FREKUENSI Pembelian Mereka
Hal ini sebenarnya cukup sederhana dan mudah dicapai.
Ide Pertama – Frequent Flyers
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat pelanggan Anda yang sudah ada sekarang merasa diterima dan dihargai. Hal ini banyak dilakukan dengan baik oleh industri penerbangan seperti program Garuda Frequent Flyer. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dengan memegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF). Semakin setia pelanggan, semakin banyak pula keuntungan yang dapat diperoleh (Platinum, Gold, Silver) dan lain-lain.
Jadi Anda harus menciptakan program khusus untuk “pelanggan setia” Anda! Biarkan mereka tahu bahwa Anda sangat menghargai mereka (memberikan mereka keuntungan lebih daripada pelanggan yang lain) dan mereka akan membeli lebih sering dari Anda. Lalu berikan penghargaan lebih banyak lagi kepada mereka dan mereka akan lebih banyak lagi membeli dari Anda!
Tetapi, untuk melakukan hal ini, pertama-tama Anda harus mempunyai sebuah SISTEM untuk melacak siapa “pelanggan setia” Anda tersebut. Begitu mengetahui mana pelanggan yang biasa-biasa saja dan mana yang setia, maka Anda bisa mulai membuat program untuk memberikan mereka keuntungan-keuntungan tertentu.
Tentu saja, Anda bisa mendapatkan banyak sekali contoh dari program-program ini di sekitar Anda. Banyak perusahaan menawarkan program yang memberi keuntungan tambahan. Jadi yang harus Anda lakukan adalah mengadopsinya dan menyesuaikannya dengan keadaan. Tentu saja Anda dapat menggunakan kreativitas … namun jangan lupa untuk tetap menjaga batasan syariat Islam dalam hal ini!
Ide Kedua – Shopping Voucher (BUKAN Kartu Diskon)
Cara lain agar pelanggan lebih sering membeli dari Anda adalah memberikan mereka voucher belanja untuk kunjungan mereka berikutnya. Voucher belanja seharusnya bukan menjadi kartu diskon, tapi harus mempunyai nilai rupiah. Sebuah voucher yang bernilai Rp 200.000 lebih menarik dan terlihat lebih nyata daripada sebuah diskon 10%. Pelanggan yang memegang voucher tersebut akan lebih tertarik untuk datang kembali ke tempat Anda. Bila voucher itu sampai hangus karena tidak digunakan, mereka akan merasa “sayang”. Pelanggan tidak akan merasakan yang sama bila Anda hanya memberikan mereka kartu diskon 10%. Jadi kesempatan untuk menggunakan voucher itulah yang bisa membuat mereka kembali kepada Anda. Berikan pelanggan setia Anda voucher berbelanja.
Batasan-batasan syar’i tentang kartu diskon/voucher belanja/sejenisnya dapat dilihat disini.
Ide Ketiga – Jangan Putus Hubungan!
Cara efektif agar pelanggan bisa membeli lebih sering dari Anda adalah dengan menghubungi mereka secara teratur. Itu sudah menjadi sifat alami manusia: “bila tak terlihat, maka tak teringat”. Bila mereka tidak pernah mendengar atau melihat Anda setelah beberapa lama, mereka akan lupa kepada Anda. Jadi, bukanlah tugas pelanggan untuk tetap ingat untuk tetap membeli dari Anda lagi dan lagi. Tugas Andalah untuk tetap menjaga hubungan dengan mereka, memberikan informasi mengenai program-program spesial, diskon spesial, dan lain-lain. Jagalah hubungan dengan para pelanggan Anda.
Anda dapat melakukan ini dengan berbagai cara:
  • Kirimkan surat/undangan/voucher/brosur kepada mereka.
  • Menelepon.
  • Mengirimkan faks.
  • Mengirimkan e-mail.
  • Mengirimkan pesan singkat (SMS).
1b. Maksimalkan Pelanggan yang Sudah Ada – Tingkatkan KUANTITAS Pembelian Mereka
Gagasan ini sangat penting. Kita semua tahu seberapa susah (dan mahal!) mendatangkan pelanggan ke toko Anda. Anda Semua usaha marketing—iklan, brosur, surat, telepon—Anda kerahkan. Jadi bila Anda menghabiskan 100 juta sebulan dana marketing untuk mendapatkan pelanggan, dan ada 100 pelanggan benar-benar datang ke toko Anda, maka sebenarnya Anda menghabiskan satu juta rupiah hanya untuk mendapatkan satu pelanggan. Itu tidak murah! Maka, bila seorang pelanggan benar-benar datang ke toko Anda, Anda harus berusaha agar ia bisa membeli dalam kuantitas yang besar!
Pada umumnya, ada dua cara untuk melakukannya:
Gagasan Pertama – Bundling
Kita telah sering melihat gagasan ini, terutama di supermarket (satu botol berharga Rp 5.000, 3 botol berharga Rp 12.500). Restoran-restoran juga menggunakan cara ini—Paket A (nasi, ayam, minuman, dan lain-lain). Dengan bundling, Anda mendorong dan bahkan menggoda pelanggan Anda untuk membeli lebih banyak dari Anda! Cara ini benar-benar berhasil! Gunakan kreativitas dan pendapatan Anda akan meningkat sebesar 50% DENGAN MUDAH.. bahkan lebih!
Gagasan Kedua – Salesmanship
Salah satu cara paling efektif agar pelanggan membeli lebih dari Anda MASIHLAH berupa keahlian tenaga penjual yang andal. Bila tenaga penjual Anda mampu memberi saran, membujuk, dan menyenangkan pelanggan untuk membeli lebih banyak, maka Anda dapat dengan mudah mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar 100%—tanpa BIAYA IKLAN APA PUN!
Perhatikan di McDonald’s, “Apakah Anda ingin pesan kentang goreng?” Seberapa sering kita mendengar jawaban, “Oke, satu kentang goreng reguler.” Hanya karena pertanyaan ini—padahal saat itu kita tidak merencanakan untuk membeli kentang goreng. Pertanyaan sederhana ini menghasilkan banyak sekali pesanan ekstra. Tenaga penjual Anda dapat menambahkan SATU LAGI pesanan ekstra untuk setiap pesanan pelanggan atau barang lain yang berhubungan.
Satu lagi pertanyaan ekstra, satu lagi pembelian ekstra, jutaan rupiah pendapatan ekstra setiap hari bisa Anda dapatkan. Tanpa iklan, tanpa brosur, tanpa banner, tanpa hadiah, tanpa gimmick. Hanya satu PERTANYAAN ekstra yang sederhana atau REKOMENDASI dari tenaga penjual atau SPG Anda. Sangatlah sederhana, tetapi herannya jarang dilakukan! Mengapa?
Alasan mengapa hal tersebut tidak dilakukan (atau bila dilakukan pun, tidak dilakukan dengan efektif) adalah:
Tenaga penjual atau SPG tidak pernah diberitahu untuk melakukan hal ini. Kebanyakan tenaga penjual merasa lega bila pelanggan sudah membeli sesuatu, sehingga mereka lupa untuk membujuk si pelanggan untuk membeli lebih! Sebenarnya, beberapa tenaga penjual sudah menanyakan pelanggan untuk membeli lebih, tetapi karena mereka sudah cukup bersyukur sudah terjadi penjualan, mereka tidak “berusaha lebih” agar pelanggan bisa membeli lebih. Jadi, latihlah tenaga penjual Anda untuk melakukan ini!Tenaga penjual tidak termotivasi. Mengapa? Karena tidak ada insentif tambahan bagi mereka! Mengapa? Karena mereka tidak diberikan komisi, penghargaan, bonus, dan lain-lain untuk penjualan ekstra. Jadi, mengapa mereka harus peduli untuk melakukan ini?Tidak ada contoh teladan, pengawasan, dan kontrol untuk memastikan semua tenaga penjual melakukan hal ini dengan konsisten. Tidak ada konten, dukungan, yang dapat mendorong tenaga penjual untuk melakukannya.Jadi Anda membutuhkan TRAINING dan sistem MOTIVASI untuk melakukan ini. Sebenarnya ini sangat sederhana dan sangat efektif. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan sebesar 100% TANPA harus mendapatkan pelanggan baru atau lebih! Hanya dengan menggunakan pelanggan yang SUDAH ADA yang datang ke toko Anda.
1c. Maksimalkan Pelanggan yang Sudah Ada – Tingkatkan VALUE Pembelian Mereka
Konsep ini mirip dengan konsep di atas. Perbedaannya adalah selain mendorong pelanggan untuk membeli banyak dalam hal kuantitas, kita menyarankan untuk mendorong pelanggan agar membeli produk yang lebih MAHAL dalam hal value-nya.
Lagi-lagi, isu yang sama muncul:
  • Apakah tenaga penjual Anda DIBERITAHU untuk memberikan saran, dorongan, dan membujuk pelanggan untuk membeli produk yang lebih mahal?
  • Apakah tenaga penjual Anda DILATIH untuk memberikan saran, dorongan dan membujuk pelanggan untuk membeli produk yang lebih mahal?
  • Apakah tenaga penjual Anda sudah TERMOTIVASI untuk memberikan saran, dorongan dan membujuk pelanggan untuk membeli produk yang lebih mahal, karena adanya insentif dan komisi tambahan untuk mereka?
  • Apakah ada KEBIASAAN di mana semua orang di toko Anda melakukannya, sehingga semua orang merasa harus ikut melakukannya juga?
Jadi, sekali lagi, semuanya ada dalam “four walls“ Anda dan semua PENDAPATAN EKSTRA dapat diperoleh dari pelanggan Anda yang SUDAH ADA! Kita bahkan belum membahas bagaimana mendapatkan pelanggan BARU!
Dalam artikel selanjutnya, kita akan mengeksplor banyak cara yang dapat Anda gunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan baru dalam lingkungan Anda. Sekali lagi, dengan biaya rendah, dan hasil yang tinggi.(marketing.co.id)
sumber gambar: renzo-thomassin.com

Impian di masa kecil bisa berdampak di masa depan kalau Anda punya kecerdasan otot (myelin) untuk menemukan “pintu-pintu”-nya. Tentukanlah!


Pesan seperti itu sudah sering saya ucapkan tetapi menjadi semakin riil saat saya bertemu seorang spacecraft engineeryang sedang berlibur di Butchart Garden yang sejuk di British Columbia-Kanada. Pria keturunan Rusia yang meraih gelar Ph.D dari Standford ini bekerja pada dua “pemimpin” besar yaitu Eric Anderson – yang dikenal sebagai pengusaha biro perjalanan wisata ke luar angkasa (Space Adventures)  dan sudah menerbangkan tujuh milyuner – dan Peter Diamandis – Pendiri Ansari X-Prize Foundation, lembaga pengembang teknologi luar angkasa.

Kedua orang itu baru saja mendirikan Planetary Resources, Inc. yang akhir bulan lalu diluncurkan. Semua orang terkejut karena keduanya datang dengan gagasan yang original, yaitu menambang asteroid. Ya, ketika para insinyur Indonesia menekuni bisnis kue serabi, pecel lele, ayam bakar, jamur goreng, dan kebab, insinyur-insinyur kelas dunia sudah menjelajahi luar angkasa. Anda mungkin ingin membantahnya. Mungkin Anda bukan insinyur kuliner yang saya maksud. Tetapi bukankah insinyur-insinyur kita masih belum merealisasikan mimpi-mimpi di masa kecilnya dengan ilmu yang sudah ada di kepalanya?

Di pulau terpencil di Maluku dan Papua saya sering bertemu dengan insinyur-insinyur lulusan sekolah-sekolah terkenal yang sibuk menambang di perut bumi. Keluarganya hidup tenang dengan gaji besar, namun terlihat gelisah menjelang berakhirnya hak penambangan atau habisnya cadangan. Tak ada creative thinking yang benar-benar kreatif.
Di Butchart Garden, insinyur spacecraft yang saya temui begitu tergila-gila bercerita tentang impiannya membangun robot untuk menambang logam sekelas platinum dari asteroid yang mendekati bumi.

Bergeraklah!
Di hotel kecil tempat saya menginap di Kanada, malam itu saya mencari literatur dan info yang saya terima dari insinyur tadi. Seorang profesor yang saya kenal di Universitas Yale juga saya hubungi. Ternyata apa yang diceritakan insinyur tadi benar-benar riil.

Di dalam team yang dibangun Planetary Resources ada nama-nama besar dari Google seperti Eric Schmidt dan Larry Page. Ada putra bilioner yang pernah menjadi penantang Bill Clinton menjadi presiden dari kubu independen, Ross Perot. Lalu ada mantan astronot Tom Jones, scientist Sara Seager, dan ada mantan pembuat film science fiction, James Cameron.

Justru kehadiran James Cameron-lah yang menjadikan penambangan asteroid berita yang penuh humor. Stasiun televisi CBS menanyakan repoter ahlinya begini: “is this real or just a science fiction?” Reporter ahli itu menjelaskan bahwa kali ini yang mereka dengar adalah riil. Inilah era baru yang disebut sebagai asteroidpreneurship.
Ateroidpreneur tidak membangun usaha dari apa yang sudah dilakukan orang lain. Metodenya bukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) yang sering disebutkan para motivator dadakan. Mereka benar-benar menciptakan sesuatu yang baru dan original, berbekal pengetahuan dan data.

Ateroidpreneur juga mengambil risiko sedahsyat kecepatan asteroid memasuki atmosfir bumi, tetapi mereka berhitung. Coba bayangkan investasinya, saya baca dari sebuah literatur, untuk membuat robotnya saja dibutuhkan investasi US$ 2,6 miliar. Investasi ini tidak kecil, apalagi return-nya belum pasti.

Pertama,  mereka perlu membuat robot. Pilihannya ada dua, robot itu menambang di luar angkasa, atau sekedar menggandeng asteroid pulang ke bumi dan di tambang di sini. Kedua, mereka perlu satelit yang dilengkapi teleskop danscanner bahan-bahan moneral. Satelit itu bertugas melakukan mapping dan menyeleksi mana asteroid yang paling “renyah” dengan kandungan mineral tinggi.

Ketiga, membangun industri pengolahan. Dan  keempat, diperhitungkanlah dampak perubahan harga. Logam-logam yang diduga ada di asteroid adalah logam keluarga Platinum, mulai dari Platinum, Palladium, Osmium dan Iridium. Saat ini, Platinum saja harganya hanya terpaut sedikit di bawah emas. Dan menurut perhitungan, satu unit asteroid ukuran sedang bisa ditambang sekitar 130 ton platinum, dan menghasilkan US$ 6 miliar.

Tetapi return sebesar itu hanya bisa dinikmati dengan asumsi terjadi kelangkaan. Kalau penambang asteroid jadi dilakukan dan hasilnya bisa digarap besar-besaran, sudah pasti harganya akan turun dan asteroidpreneur harus memperhitungkannya. Apalagi setiap kali misinya, biaya operasional sekitar US$ 30 juta.

Namun bagi asteroidpreneur, berhitung bukan untuk menghindari kesempatan. Melainkan untuk bergerak seperti saat Christopher Columbus mengajukan proposal kepada Raja Portugal untuk  mengeksplorasi dunia lewat jalur barat. Dua kali proposalnya ditolak. Ia tidak menyerah. Hampir semua orang kaya Eropa (saat itu adalah raja) ia dekati. Bukan Bank. Raja Inggris menunda-nunda proposalnya, namun berkat Ratu Isabel, ia berhasil menjelajahi Atlantik, tetapi misinya gagal mencapai India, terdampar di Amerika.

Tetapi meski gagal, dunia diuntungkan. Saat diolok-olok penjelajah lainnya ia hanya berkata ringan, “Hanya orang malas yang tidak bergerak, orang-orang ini hanya pintar bicara saja tanpa pernah berbuat. Tetapi kalau Anda bergerak kemungkinan tersasar pasti ada. Tetapi kalau Anda tak mau kesasar, Anda tak pernah menemukan jalan baru.”
Saya kira itulah pedoman hidup asteroidpreneur. Berani mencoba?

oleh Rhenald Kasali

Bisnis rumahan dengan pemilik tunggal tidak dapat tumbuh begitu banyak, kan? Salah.


Dengan sedikit kreativitas Anda dapat terus mengembangkan bisnis rumahan Anda, tanpa mempekerjakan karyawan atau menyewa kantor. Berikut adalah tujuh tips untuk meningkatkan pendapatan di bisnis rumahan Anda dengan satu orang karyawan saja, Anda:

1.Gunakan teknologi.
Dari newsletter penjadwalan dan sosial-media berita untuk menerbitkan blog-posting pemberitahuan melalui email, mengotomatisasi sebanyak mungkin. Kolaborasi perangkat seperti perangkat lunak Sistem Citrix juga dapat membantu Anda mudah melangsungkan atau bekerja di dokumen yang sama dengan rekan dan konsultan tanpa harus mengirim lampiran email raksasa atau berurusan dengan layanan kurir. Selain itu, konferensi video atau teknologi call forwarding dapat melakukan keajaiban untuk membantu perusahaan kecil muncul jauh lebih besar – dan lebih profesional.

2.Outsource.
Hari ini, freelance pasar seperti Elance dan vWorker.com membuatnya mudah – dan relatif murah – untuk menemukan kontraktor untuk berbagai peran, dari akuntan untuk sekretaris virtual. Tidak ada hukum yang mengatakan Anda harus membuat perusahaan resmi, karyawan tetap. Semuanya dapat di oursorceing.

3.Perhatikan peluang.
Keunggulan utama Entrepreneur dibanding perusahaan-perusahaan besar adalah kemampuan untuk menjadi gesit dan perpindahan gigi dengan cepat jika kesempatan baru muncul yang mungkin menyebabkan lebih banyak peluang bisnis. Itulah yang dilakukan Patricia Beckman (istri David Beckman) ketika dia melihat kebutuhan untuk membangun rantai virtual-asisten standar. Sekarang bisnis VA nya, Cybertary, memiliki 25 franchisee dan terus berkembang.

4.Perlakukan bisnis Anda seperti bisnis.
Jangan mengabaikan back-end kantor bisnis Anda. Misalnya, pertimbangkan untuk menggunakan sistem faktur online seperti Manajer Bill FreshBooks atau Intuit. Mampu secara sistematis melacak pembayaran dan pengeluaran Anda tidak hanya akan menghemat waktu, itu juga lebih profesional di mata pelanggan atau klien. Jauhkan jam kerja biasa sehingga klien bisa mengandalkan Anda.

5.Investasi untuk pertumbuhan.
Ya, bisnis dari rumah dapat membantu mengurangi overhead, tetapi Anda masih perlu menyisihkan uang ke dalam bisnis Amda untuk tetap berkembang. Setelah semua itu, Anda harus menghabiskan uang untuk menghasilkan uang, bukan? Dan itu benar tidak peduli di mana bisnis Anda berada.

6.Jangan lupa rencana Anda.
Tahu tujuan Anda untuk bisnis dan tetap fokus pada langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Beckman merekomendasikan agar terus fokus pada rencana bisnis Anda. Dan ketika terjadi perubahan rencana, perbaharui segera.

7.Dapatkan ide di luar sana.
Beberapa solopreneurs yang berbisnis dari rumah dengan berbagai alasan tidak pernah bertemu dengan klien secara pribadi. Itu kesalahan. Keluar dari gua rumah/kantor – Anda dapat membangun ikatan kuat dengan klien dalam tatap muka pertemuan. Menghadiri acara networking untuk tetap tumbuh dan mendapatkan paparan ide-ide baru

(oleh: Valentino Dinsi) 

01. saat saya berbisnis dengan seseorang yang sudah menikah | biasanya saya selidiki dulu kualitas kebaikannya pada istrinya :

  
02. bila seorang lelaki berlaku baik pada istriya | maka dia partner bisnis yang kemungkinan besar terpercaya


03. tapi bila lelaki memperlakukan istrinya dengan kasar atau jahat | kemungkinan besar dalam bisnis pun akan berkhianat


04. logikanya, istri adalah orang yang paling dekat dengan suami | bahkan Allah berikan kedekatan lebih dari yang lain


05. "mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka" (QS 2:187) | begitu firman Allah Swt


06. bahkan didepan orangtua pun kita tidak diperkenankan telanjang | namun seorang suami diperkenankan begitu didepan istri


07. artinya, Allah Swt memberikan kedekatan suami-istri | kedekatan yang tiada bandingannya dari yang lain


08. logikanya, bila pada yang terdekat pun perlakuannya kasar | bagaimana perlakukannya dengan yang lain?


09. logikanya, bila dengan yang terdekat pun masih berdusta | maka bagaimana jadi partner bisnis yang bisa dipercaya?


10. lelaki yang dzalim dan kasar pada istrinya | cepat atau lambat pasti akan menghancurkan bisnis


11. karena elemen paling penting dalam partnership | ialah integritas dan bertanggungjawab | dan keduanya ciri penting suami salih :D


12. tentang partner bisnis | skill bisa dilatih, pengetahuan bisa dicari | integritas dan tanggungjawab? nggak sehari dua hari


13. logikanya lagi, bagaimana lelaki yang hanya istri saja tidak bisa di-manage | lantas bisa me-manage bisnis dengan baik?


14. sabda Rasul dalam riwayat Imam Ahmad, "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka.."


15. "... Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya" (HR Ahmad) | nah, ini lebih jelas lagi :)


16. jadi menurut Rasulullah | mukmin sempurna = baik akhlaknya = baik terhadap istrinya | see?


17. jadi carilah partner bisnis yang baik pada istrinya | yang baik rumah tangganya :)


18. "terus gimana kalo yang belum nikah?" | ya makanya nikah dulu, hehe.. XP


19. nggak, nggak, serius nih | kalo yang belum nikah | lihat bagaimana cara dia perlakukan ibunya


20. logikanya | anak taat orangtua = taat Allah = integritas dan tanggungjawab | nah, itu dia :)


21. apalagi suami yang sayang istri dan sayang orangtua | keduanya nggak ada cekcoknya | cocoklah itu jadi partner bisnis yang baik :D


22. jadi perbaikilah perlakuan pada istri | insyaAllah akan mengalir pula rezeki


23. juga jangan lupa hubungan dengan ibu dijaga | maka doa ibu insyaAllah berserta kita dan mencukupi


24. mulai dari berusaha melatih lisan yang baik | lalu lengkapi dengan amal yang baik | baik pada ibu ataupun istri


25. begitulah integritas dan tanggungjawab | keduanya mutlak diperlukan dalam rumah tangga | begitupun rahasia dalam berusaha


26. dan apa rahasia dari segala-galanya? | tentu ketaatan kepada Allah!


Sahabt'qu>>>Yuuk Bantu pasarkan Produk Sentra Masjid :
 http://www.sentramasjid.com 
Insya Alloh menjadi media bisnis dan dakwah mendekatkan diri kepada Nya Alloh Swt

Syarat di terimanya Amal Itu ada dua yaitu Ikhlas dan Ittiba' (mengikuti contoh nabi). kedua syarat ini tidak bisa dipisahkan, beribadah hanya dengan ikhlas tanpa mengikuti contoh nabi atau mengikuti contoh nabi tanpa keikhlasan membuat amal menjadi sia-sia. 

Dengan demikian syarat ittiba' itu ada enam unsur di dalamnya :
1. sesuai dengan sebabnya
2. sesuai tata caranya
3. sesuai dengan bilangannya
4. sesuai tempatnya
5. sesuai jenisnya
6. sesuai waktunya


dan ketahuilah, bahwasanya Alloh menganugerahi Akal kepada kita untuk memahami (Al-Qur'an dan Sunnah) bukan untuk menghukuminya. jikalau dalil yang shahih datang dari Alloh dan Rosulnya maka wajib bagi seorang muslim untuk menerimanya dan tidak mendahului akal apalagi membantahnya. Maka dari itulah ulama menasehati bagi para penuntut ilmu "janganlah kalian mencari ilmu untuk membantah para ulama, menandingi para ahli ilmu, mencari cinta manusia. karena jika itu terjadi maka niscaya kemurkaan Alloh akan turun". karena tujuan dari belajar (menuntut ilmu) itu hakikatnya adalah untuk mengangkat kebodohan yang ada pada diri dan orang lain.
maka jadilah penuntut ilmu yang senantiasa istiqomah (terus menerus) mencari kebenaran dan tegar berada diatas sunnah meski seperti menggenggam bara api. jadilah penuntut ilmu yang gigih layaknya mujahid, seperti sya'ir berikut :
kalau ada sejuta mujahid, maka salah satunya adalah aku.
kalau ada seribu mujahid, maka salah satunya adalah aku.
kalau ada seratus mujahid, maka salah satunya adalah aku.
kalau ada sepuluh mujahid, maka salah satunya adalah aku.
kalau hanya ada satu mujahid, maka mujahid itu adalah aku.
kalau sudah tidak ada lagi mujahid, maka saksikanlah bahwasanya aku telah syahid.
Semoga Alloh menunjukkan jalan kebenaran kepada kita, agar di terima seluruh amal dan kembali kepadaNya dalam keadaan Khusnul Khatimah. Amin Ya Robbal 'alamin..

Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan cara memulai usaha sendiri :

1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!
Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga extra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.

2. Perkuat Tawakkal Kepada Allah Ta’ala!
Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah Ta’ala.
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS. Ali ‘Imran : 159
Rezeki merupakan urusan Allah Ta’ala, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo’a.
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al ‘Ankabuut : 60

3. Saat Merintis Usaha, Jangan Memaksakan Diri untuk Berbisnis Sesuai Gambaran Ideal yang Anda Miliki!
Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dsb. mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang, mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.
Kerjakan apa yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, syukuri apa yang ada, pasti Allah tambah nikmatNya. Just do it!

4. Pilih Bisnis yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat!
Anda dapat memilih bisnis yang ada hubungannya dengan latarbelakang pendidikan atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, dsb. Seperti misalkan Anda diperbolehkan mengambil barang dagangan tapi hutang dulu karena yang punya barang adalah teman sendiri, atau outsourcing pekerjaan cetak buku ke percetakan tapi bayarnya dicicil karena yang punya percetakan adalah paman sendiri, dsb.
Manfaatkan asset apapun yang Anda miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupun aset yang tidak terlihat (intangible aset yang berupa skill, pengalaman kerja, hubungan baik, kepercayaan, jaringan, dsb).
Intinya manfaatkan dulu asset apapun yang kita punya, jangan memikirkan ide bisnis yang kita tidak mempunyai kekuatan apapun disana. Jangan memulai bisnis dengan asset nol.
Sebagai contoh, Anda biasa bekerja sebagai sales disebuah perusahaan kemudian ingin berwiraswasta, meskipun Anda mempunya ide produk yang hebat maka jangan berpikir untuk mengembangkan produk tersebut disaat kita merintis usaha, karena terlalu banyak variabel yang diperlukan untuk sukses dalam sebuah bisnis produksi, kembangkan terlebih dahulu bisnis jasa, pemasaran, konsultan, dsb… hindari bisnis produksi yang memakan biaya besar dalam mengembangkannya, semua ada waktunya, bersabarlah.
Carilah teman yang punya produk yang menarik untuk kita pasarkan atau kita jual dengan merek dan kemasan kita sendiri. Cari dulu pengalaman menjual dan melayani pelanggan baru berpikir produksi, bangun intangible asset baru sebanyak-banyaknya untuk pengembangan produk baru dimasa depan.
Nanti kalau sudah berjalan sekian lama akan terbentuk pola, gambaran yang tepat tentang produk yang cocok untuk dikembangkan sendiri.
Yang paling utama dalam sebuah bisnis adalah memiliki pasar (market), punya merek dan dipercaya orang. Selanjutnya produksi bisa outsourcing. Contohnya : sepatu Nike, pemilik sepatu Nike tidak mempunyai pabrik, tapi mereka mempunyai merek yang kuat dan pasar yang besar. (Saya tidak tahu apa Nike masih seperti itu atau sudah punya pabrik sendiri sekarang).
Juga kebanyakan perusahaan IT hampir sebagian besar outsourcing ke Taiwan, Korea, Malaysia dan Cina untuk produksi notebook dan peralatan elektroniknya. Seperti Apple dengan iPod dan iPhone-nya, kalau kita lihat dibalik produknya akan terbaca “made in china”, tapi mereka bisa berhasil menguasai pasar pemutar MP3 dan nomor dua untuk smartphone.

5. Tentukan Diferensiasi Produk!
Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk lain dengan merek yang kuat yang terhubung kepada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk kita dikemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.
Apa yang membuat Apple bisa sukses dengan iPod dan iPhone-nya? Mereka bisa membangun pasar baru yang belum dipikirkan orang lain, mereka membuat inovasi baru, mereka mencari celah2 dimana konsumen belum puas dengan produk yang ada. Mereka membangun kekuatan merek dan loyalitas pelanggan, kebanggaan memakai produk mereka, gengsi dan gaya hidup. Mereka tidak serta merta membuat produk untuk sekedar menyaingi produk lain.
Sebagai contoh, iPhone dikembangkan tahun lalu, disaat ratusan juta orang sudah memiliki handphone, mereka sepertinya sudah terlambat untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata iPhone dalam waktu kurang dari dua tahun sudah merajai pasar smartphone, diposisi kedua setelah nokia untuk penjualan smartphone, mengalahkan RIM Blackberry dan Microsoft Smartphone.

6. Pilih Fokus dan Bekerjalah Secara Fokus!
Jangan asal terima proyek, jangan kembangkan banyak produk untuk satu merek yang sama atau mengembangkan banyak bisnis sekaligus disaat Anda merintis usaha. Tujuan dari fokus adalah agar kita semakin ahli dan menguasai bidang usaha yang kita geluti yang pada akhirnya akan terbangun merek yang kuat yang terkait erat dengan satu jenis produk saja dibenak pelanggan (Donat = Dunkin Donut, Burger = McD, Teh Botol = Sosro, Pizza = Pizza Hut, dsb.).
Dana yang terbatas jangan dipecah2 untuk berbagai jenis produk atau banyak usaha. Tanamkan semua sumberdaya untuk menguatkan kekuatan bisnis/produk kita. (Ini mungkin bertentangan dengan pendapat jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang), tapi bagi saya justru telah terbukti, semakin kita fokus dan semakin banyak sumber daya yang kita tanamkan untuk satu jenis produk/jasa, maka hasilnya akan lebih baik.
Lama kelamaan pasar akan punya persepsi yang kuat untuk merek produk kita, karena kita fokus dan mempunyai positioning yang kuat.
Sebagai contoh:
DHL dikenal untuk pengiriman seluruh duniaFedEX dikenal untuk pengiriman semalam sampai.
Maka mereka yang ingin barangnya terkirim dalam waktu semalam akan mempercayakan pengiriman barangnya kepada FedEX karena FedEx benar-benar berupaya untuk terwujudnya janji semalam sampai, sedangkan mereka yang ingin mengirim barang ke ujung dunia, mereka akan mempercayakannya kepada DHL, karena FedEx tidak mempunyai infrastruktur hingga kepelosok-pelosok negeri yang jauh.

7. Carilah Teman atau Berpartnerlah!
Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang.
Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah Subhaanahu Wata’aala, kita hanya sarana saja. Justru dengan melibatkan orang lain InsyaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.

8. Perkuat Kesabaran, Ketaqwaan dan Tawakkal!
Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilkan pedang yang indah, kuat dan tajam.
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS. Al Baqarah : 153
“Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46).
“Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” Hadits Arba’in no. 19
Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit.
“Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.” QS. Yunus : 17
“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” QS. Ath Thalaaq : 2-3
Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepadaNya.
“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” QS. Al Baqarah : 268
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” QS. Ath Thalaaq : 3
Banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan betapa hebatnya kekuatan sabar, tawakkal dan taqwa itu, jadi jangan ragu lagi, kita orang Islam memiliki sesuatu yang tidak dimiliki non muslim.
Kalau cara berpikir kita terlalu matematis, seolah-olah tidak ada Allah Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu, seolah-olah kita sendirilah yang menentukan rezeki kita dan rezeki pegawai dan anak-anak kita, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan hidup susah. Tapi kalau kita yakin bahwa kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha saja, yakin bahwa rezeki itu urusan Allah Ta’ala, sedangkan kita tetap berusaha dalam ketaatan kepadaNya (bertaqwa), maka jangan heran kalau dalam waktu singkat bisnis anda akan berkembang pesat, InsyaAllah.
9. Berbuat Baiklah dan Tinggalkan Maksiat!
Banyak jalan kebaikan yang dapat melapangkan rezeki dan memudahkan urusan kita, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, bersedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang kesemua itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Baqarah : 261
“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” QS. Al-Lail : 4 – 7
“Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.” (HR. Bukhari)
“Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).” (Mutafaq’alaih)
Jauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena perbuatan dosa dan maksiat akan membuat hidup kita susah dan rezeki menjadi sempit.
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” QS. Thaahaa : 124
“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Jangan berbuat dosa hanya karena mengejar rezeki yang terlambat datang, karena rezeki telah ditentukan dan tidak akan datang dengan sebab dosa. Anda tidak akan mati sebelum rezeki yang telah ditentukan untuk Anda telah Anda terima semuanya.
“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” QS Saba’ : 39
“Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.” (HR. Ath-Thabrani)
Wallahu a’alam

Artikel www.PengusahaMuslim.com
 

Mau Jadi Pengusaha py penghasilan lebih Check This Out :

pak, tapikan saya belum punya produk, gmana saya mau bisnis? trus harus mulai dari mana dong pak, trus modalnya aja belum ada, trus tempatnya lagi, nanti yang ngelola lagi, berarti harus gaji orang pak, lah gimana tuh pak, gaji orang, wong belum ada apa-apa.......

Saran saya, simpan semua pertanyaan tsb, tak usah banyak tanya, jalani aja dulu apa yg bisa dilakukan...

Tak punya produk? Jual produk org lain !

Tak punya modal? Cari dropshipers yg menerima jasanya

Tak punya tempat? Pakai aja rumah sendiri/rumah ortu

Tak punya karyawan? Jalani aja sendiri...

Entar jika udah dijalani dan sudah tau hasilnya,

Semua pertanyaan tsb akan terjawab dgn sendirinya


http://jasawebsitelampung.com/
http://konveksibagus.blogspot.com/